Thursday, January 17, 2013

Kicau Kacau




Jika Indra Herlambang “Berkicau”
Judul buku       : Kicau Kacau
Penulis             : Indra Herlambang
Tebal               : 332 halaman
Penerbit           : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan           :  Mei 2011
Harga              : Rp 65.000,-

Mari berandai-andai. Jika Indra Herlambang adalah seekor burung, termasuk jenis burung apakah dia?
Pertanyaan tersebut mungkin akan terjawab jika kamu sudah membaca buku yang dia tulis sendiri, Kicau Kacau. Buku ini merupakan curahan hati dari sang penulis. Tetapi bukan sekadar curahan hati yang kosong, melainkan memiliki makna.Buku ini berisi “kicauan” penulis mengenai gaya hidup, status hubungan, segala hal yang berkaitan dengan Jakarta, dan tentang keluarga. Cara penyajian yang khas dari seorang Indra Herlambang membuat buku ini semakin memiliki karakteristik tersendiri.
Ada berapa banyak kartu membership fitness center di dalam dompet? Apa sih tujuan kamu datang ke sebuah fitness center? Menurut Indra, saat ini, fitness memang sudah jadi kegiatan wajar dalam keseharian kita. ‘Nge-gym’ pun sudah jadi bagian dari kosakata bahasa pergaulan sehari-hari. Tapi sebenarnya sejak kapan membentuk tubuh jadi tren di kalangan para pria? Ada beberapa kemungkinan yang bisa menjawab pertanyaan ini. Kemungkinan pertama ada hubungannya dengan tren bentuk tubuh. Kemungkinan kedua adalah kehebatan para pengelola fitness center dalam memasarkian produknya. Kita adalah korban marketing semata (hlm. 45-46).
            Menurut kamu, ada nggak sih perbedaan antara sayang dan cinta? Ada alasan berbeda masing-masing orang yang saat menanggapi masalah ini. Bagi seseorang, kedua hal tersebut berbeda. Bahasa Indonesia sering rancu, jika dicari padanannya dalam bahasa Inggris, cinta adalah love dan sayang adalah care. Ada unsur merawat di dalam sayang. Contohnya adalah saat mengatakan “I love football, I have passion about it.” Saat kita mengatakan hal tersebut, tentunya kita tidak benar-benar perlu untuk merawat bola tersebut. Bagi orang lain, cinta dan sayang dianggap beda karena ia menilai dari kalimat yang diucapkan suaminya yang mengatakan bahwa ia bukan cinta tetapi sayang.
Untuk Indra sendiri, argumen tentang cinta dan sayang tentu sulit untuk mencari ujung pangkalnya. Ia menguraikan teorinya yang menjabarkan cinta dan sayang pada atau orangtua. Hubungan luar biasa ini bisa jadi imun dari nafsu, tapi nggak mengurangi intensitas cinta dan kasih sayangnya, kan? Berarti membedakan keduanya berdasarkan balutan gairah kurang valid, dong? Berarti keduanya memang sama, kan? (hlm. 113-116).
Jika Indonesia bisa mengimpor salah satu manusia berkekuatan luar biasa entah dari negara atau planet mana, coba kira-kira superhero mana yang cocok menjaga Jakarta? Bagaimana dengan Batman? Dengan kostum super ketat tersebut, cocok nggak sihdia terbang di kawasan Jakarta?
Atau bagaimana kalau Spiderman? Kalau dia harus memberantas kejahatan di daerah Lenteng Agung, tentunya dia nggak bisa melompat dari satu tembok ke tembok lainnya. Ia hanya bisa melompat dari satu pohon ke pohon lainnya.
Bagaimana dengan Ghost rider? Selamat berjuang melawan jutaan motor yang manuvernya lebih dahsyat. Aquaman? Tentu ia tidak akan hidup karena menurut Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) kualitas air di Jakarta sangat parah. Ironman? Ia tentu harus hati-hati dengan hujan asam yang terjadi dan harus waspada dengan pencuri besi tua.
 Hulk? Apa mungkin Bruce Banner bisa menahan emosi melihat kemacetan yang sinting di kota ini? Mungkin memang yang paling benar adalah siskamling? Oh iya, btw, buat teman saya yang mau pindah demi anaknya, saya sarankan dia untuk tinggal di Malaysia karena di sana ada… Cicak Man! (hlm. 179).
Indra Herlambang memiliki ciri khas sendiri untuk mengungkapkan pemikiran-pemikirannya. Dengan gayanya yang santai dan sedikit nyeleneh dia bisa membahas mengenai gaya hidup saat ini, status sebuah hubungan, sampai membahas mengenai kota Jakarta. Bukan sebuah hal yang mudah untuk membuat sesuatu yang sebenarnya rumit menjadi mudah dan ringan untuk dinikmati pembaca. Sangat tidak heran kalau buku ini sudah dinyatakan sebagai best seller.
Tulisan yang ada di dalam buku ini memang awalnya merupakan tulisan yang juga dimuat di kolom beberapa majalah seperti Free magazine, U Magazine, dan ME Asia.
Judul dari setiap ‘kicauan’ Indra memang menarik. Contohnya saja “Nyembuhin Luka Hati Pakai Vodka dan Green Tea.” Judul seperi ini cukup menarik. Luka seperti apa yang bisa disembuhkan oleh cairan yang biasanya diminum itu. Lalu akhirnya penulis mengungkapkannya pada bagian intro. Intro yang dibuat oleh pria lulusan ITB ini juga sudah memenuhi syarat-syarat yang dituliskan Drs. AS Haris Sumadiria M.Si. dalam bukunya Menulis Artikel dan Tajuk Rencana. Diantaranya adalah menarik dan tidak lebih dari tiga paragraf. Indra bisa mengemas tulisannya dengan memberikan intro yang menarik dan berasal dari pemikirannya yang sedikit konyol. Secara keseluruhan pemikiran Indra dikemas secara menarik dan enak untuk dibaca.
Buku ini sangat cocok untuk membuat kita lebih rileks di tengah-tengah kegiatan sehari-hari. Pemikiran Indra yang segar dan khas membuat kita memahami isi buku ini dengan cukup mudah dan kita pun bisa berpikir ulang tentang hal-hal rumit untuk membuatnya ringan seperti yang dilakukan penulis.
Tetapi buku ini banyak mengungkap masalah-masalah yang cukup vulgar. Ada baiknya pada cetakan berikutnya buku ini dilengkapi dengan keterangan untuk dewasa karena isinya memang kurang pas untuk remaja dan anak-anak. selain itu kesalahan tanda baca hendaknya juga diperhatikan.
Setelah kamu membaca buku ini, tentunya kamu akan bisa menjawab, jenis burung apakah Indra Herlambang? Selamat membaca. 

No comments: