Thursday, June 29, 2017

Perjalanan ke: Candi Ratu Boko, Yogyakarta

Candi Ratu Boko, Salah satu warisan leluhur. 
Berdiri kokoh di atas bukit, memancarkan aura yang nggak bisa digambarkan dengan kata-kata. 
Hanya butuh 8 - 10 menit untuk bisa sampan ke sini dari Bandara Adi Sucipto, Yogya. 
Tempat terbaik untuk upgrade Instagram feeds. 
Sayangnya nggak bisa amibil banyak foto karena handphone over heat :( 




















Tuesday, June 20, 2017

Gampang Antre Buat Paspor Via Aplikasi

Agenda Desti The Explorer terus berlanjut.
Mumpung emosi lagi penuh sama adrenaline dan endorphine, maka gue manfaatkan untuk jalan-jalan.
Kalau masih skala domestik kayaknya kurang seru.
Makanya saat ada ajakan dari Cuki untuk go international, langsung gue iya-kan tanpa pikir panjang.

Tapi fokus cerita sekarang bukan tentang perjalanan ke luar negeri, karena memang belum terlaksana.
Sekarang kayaknya lebih baik bahas tentang cara buat paspor.
Ketakutan gue selama ini adalah proses pembuatan paspor yang katanya susah, ribet dan antre lama dari subuh.
Setelah tanya-tanya beberapa orang, kata pembuatan paspor online sudah nggak bisa lagi.
Tapi ternyata Mei 2017 lalu, pemerintah meluncurkan inovasi baru, anterean pembuatan paspor bisa dilakukan melalui aplikasi smartphone.

Aplikasi ini bisa ditemukan di application store. Ketik aja paspor online.
Setelah itu masukkan semua data yang diperlukan, seperti nama lengkap, NIK, Tempat dan tanggal lahir.







silahkan diikuti langkah dan tahapan berikut.

Setelah dapat nomor antrean, jangan lupa kita harus persiapkan dokumen yang harus dibawa saat nanti pembuatan paspor. Dokumen yang dibutuhkan adalah: 
1. KTP asli dan fotocopy (copy diperbesar seukuran A4). Bisa juga menggunakan surat pengganti KTP dari Disdukcapil. 
2. Surat rekomendasi
3. KK asli dan fotocopy
4. Akta lahir asli dan fotocopy. Bisa juga diganti dengan Ijazah terakhir atau Buku Nikah. 
5. Print QR code dari aplikasi Paspor Online
6. Biaya pembuatan paspor 48 lembar Rp 355.000,-

Pastikan semua dokumen dibawa dalam bentuk asli dan copy. Jangan ada yang ketinggalan ya :D 
Setelah itu silahkan datang ke Kantor Imigrasi yang sudah dipilih. 
Untuk saat ini, memang layanan antrean paspor online baru tersedia di wilayah Jakarta Selatan. Semacam percontohan sepertinya. 




Di kantor Imigrasi ini khusus melayani antrean lewat aplikasi. 
Jadi selama pembuatan, kita nggak menemukan antrean mengular, soalnya pemohon akan datang sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan. 
Buat orang-orang yang gampang stres karena birokrasi, sistem ini sangat membantu sih. 

Datang hari pertama untuk menyerahkan data, wawancara, perekaman sidik jari dan foto paspor. 
Kalau datang ke kantor Imigrasi, pastikan pakai baju yang resmi bukan kaos. Pakai sepatu bukan sendal. 
Setelah proses perekaman sudah selesai, kita tinggal bayar. 
Bisa dibayar di teller bank atau bisa juga melalui transfer melalui mesin ATM. 
Ah mudah banget lah pokoknya. 
Datang ke dua yaitu setelah tiga hari kerja untuk ambil paspor. 
Selesai :D


Yeay! Paspor sudah di tangan. Mau ke mana kita Des??? :D

Semoga sistem baik seperti ini terus berkembang dan menjadi lebih baik lagi. 
Dan semoga bukan hanya tersedia di Jakarta Selatan aja, tapi juga di seluruh wilayah di Indonesia. 

Lagi-lagi special thanks to MK Nizar yang udah siap budeg dengerin gue rewel pas pengambilan paspor. :D
Semoga kita dapat majikan yang baik di negeri orang *LAH! hahahahaha

Tuesday, May 30, 2017

Perjalanan Ke: Bogor (Makaroni Panggang & Kebun Raya)

Desti Pratiwi bukan tipikal orang yang kuat baik secara fisik ataupun mental. 
Untuk menempuh perjalanan jauh, pasti banyak pertimbangan dan yang diurusin. 
Tapi kayaknya Allah kasih satu momen supaya gue bisa jadi pribadi yang lebih kuat. 
So, saat ada ajakan untuk pergi ke Bogor, langsung aja di iya-kan tanpa pikir panjang. 

Setelah pulang kerja untuk isi kegiatan latihan bersama Saka Anti Narkoba, akhirnya gue dan Nizar pergi ke Bogor, Awalnya mau ajak banyakan, karena hari itu ada Fiona, Yogi, Luthfi dan Dokter Edy. Tapi berujung dengan sisa dua orang aja T__T
Tapi nggak apa-apa. Walaupun cuma berdua dan naik motor diusahakan supaya tetap seru. 

Naik motor dari Tangerang Selatan ke Bogor memang menguras tenaga dan energi sih. 
Track-nya: Tangerang Selatan - Gaplek - Depok - Bogor. 
Berangkat dari jam 13.00 dan sampai di lokasi makan kurang lebih jam 14.00 
Awal berangkat sih semangat membara. Tapi sampai di Depok gue sempat menyerah. Haha.
Duh maaf banget deh buat Nizar, punya temen cengeng dan gampang nyerah. 
Gue yakin sih dia gondok banget karena tiap meter gue ngeluh. Tapi untung aja gue nggak ditinggal di pinggir jalan atau disuruh pulang naik angkot sendiri. T__T

Untuk lokasi makan, setelah mencari beberapa referensi akhirnya kita pilih Makaroni Panggang (MP). 
Emang dasarnya si Desti nggak pernah pergi, tempat se-tenar ini juga nggak tau. 
Tapi untung ada Google Maps dan ulasan-nya yang sangat berguna. 
(Tips cari makan: Buka google maps dan lihat ulasan yang paling banyak :D)

Makan di MP berdua hanya habis 150 ribu rupiah. Makaroni-nya pun sisa dan bisa dibawa pulang. 
View tempat makannya teduh banget. Banyak pepohonan. Ditambah lagi Bogor memang sejuk. 



Gimana bisa nggak seneng makan di suasana begini. Kalau bisa, halaman rumah gue aja mau dibuat begini. Tapi nggak bisa karena nggak cukup luas. haha


Fokus ke Makaroni ya :D

Selesai makan, kemudian mikir mau ke mana. 
Nizar rekomendasiin Curug Cilember tapi karena sudah sore jadi kita pilih Kebun Raya Bogor. 
Searching dan ada penyewaan sepeda katanya di sana. 
Tapi karena sudah kesorean dan sudah tutup akhirnya nggak naik sepeda. Jadinya jalan kaki. 

Karcis masuk Kebun Raya Bogor:
Parkir kendaraan roda 2: 5000 rupiah
Masuk orang: 15 ribu x 2 = 30 ribu rupiah. 
Total: 35 ribu rupiah. 



View di Taman Meksiko (jangan tanya apa yang membuat taman ini dikasih nama taman Meksiko)






Sudah capek karena gue pun bawa ransel penuh karena mau nginep di rumah Bik Sis. 
Akhirnya ikutan duduk duduk di taman depan teratai. 


Taktak ikut karena Taktak mau nginep di rumah Bik Sis juga. 


Taktak difotoin sama Nizar. Emang bae bener dia sama anak gue :D



Hasil jepretan Taktak (Nizar nggak berenti komen. Katanya "Taktak nggak niat nih fotoinnya. Padahal dia udah gue fotoin" hahaha


Gue yakin, orang Bogor pasti nggak ada kesempatan buat stres. 
Pemandangan seindah itu gimana bisa stres coba? :D
Abis duduk duduk akhirnya pulang. Perjalanan pulang nggak kalah beratnya sama perjalanan berangkat. 
Rasanya pengen nangis karena pegel di atas motor. 
Tapi untung sampai juga dan sempetin makan malem di makan pinggir jalan khas Bogor. Yang banyak Popohan :D 

Ah. Makasih lah ya Nizar yang udah mau nganterin gue ke Bogor. 
Walaupun niatnya ramean dan berakhir berdua doang.
Biarpun karena galau dan rewel tapi dia sabar (tau deh dalam hatinya. gondok kali gue ngeluh terus) 

Dari perjalanan ini gue belajar, kalau ternyata kalau gue mau menembus batas diri gue, gue pasti bisa. 
Taktak bisa. 
I'll be fine. We'll be fine. Me and Taktak. 


we'll be fine Tak. 

Perjalanan ke: Ragunan

Pergi ke kebun binatang di usia 26 tahun memang agak random sih.
Tapi itu lah yang gue lakukan beberapa waktu lalu.
Memenuhi ajakan dari Yolanda dan Aisyah plus dua orang temen Yolan, akhirnya berangkat lah walaupun mendadak.
So, here's the story

Berdasarkan survey kecil-kecilan dan sedikit mendadak, untuk pergi ke ragunan, kalau dari arah Tangerang ada beberapa alternatif.

Kendaraan Pribadi
Kalau naik ini sih lebih bebas mau lewat mana. Apa mau lewat tol dalam kota atau pun bisa masuk lewat tol JORR dari Cengkareng. Tapi lebih oke sih lewat JORR.

Naik Kereta (commuter line)
Kalau pergi naik kereta bisa berangkat dari Stasiun Tangerang - Duri - Pasar Minggu. Dari stasiun pasar minggu supaya nggak ribet bisa naik ojek online.

Perjalanan kemarin gue berangkat nebeng sama Ebot (kakak nebeng adek. terbalik kan?)
Nah pulangnya naik kereta dari stasiun Pasar Minggu. Ini irit dan oke banget sih naik kereta.

Masuk ke Ragunan kita kena biaya 4000 rupiah.
Tetapi bayarnya harus pakai JakCard dan minimal saldonya adalah 20 ribu rupiah dan kartu 10 ribu rupiah. Jadi uang yang harus dikeluarkan adalah 30ribu. Nah kalau pergi sendiri memang rugi. Tapi kalau beli untuk beberapa orang, nggak sayang karena nggak ada uang sisa.
Sisa uang tidak bisa diuangkan tetapi bisa dipakai untuk naik Transjakarta.

Di dalam Ragunan, banyak banget keluarga, geng pertemanan, atau anak sekolah yang menggelar tiker dan buat acara di dalam wilayah Ragunan.

Jujur aja, karena gue jatuh hati sama Taman Safari masuk Ragunan ekspektasi agak sedikit rendah. Tapi ternyata nggak terlalu buruk. Sesuai sama biaya lah ya.



Masuk dari pintu utara ada kolam yang penuh bangau putih. Super Cute. 




Ini adalah contoh beberapa hewan yang ada di dalam. Hewannya memang gendut-gendut. Tapi kandangnya nggak sebaik Taman Safari. Tapi senang sih lihat mereka sehat karena sempat baca blog temen katanya hewannya kurus nggak terurus. Mungkin sekarang manajemennya lebih baik. 


Setelah lihat beberapa kandang hewan, rombongan ibu-ibu mulai lelah. Haha. 
Udah nggak umur kayaknya jalan jauh dan panas-panasan. 
Jadi akhirnya duduk di pinggiran jalan sambil membayangkan es teh manis. xp


Duduk duduk di halte sambil bayangin es teh manis sambil ngucap "Makanya jangan random main ke sini. Udah nggak umur" 

Karena rasanya sayang sudah jauh ke Ragunan (beneran jauh loh) akhirnya kita berjuang untuk sampai ke bagian Primata. Untuk bisa masuk ke Primata kita harus bayar lagi 7000 rupiah. Masuknya pakai JakCard yang tadi dipakai unuk masuk ke Ragunan. Kandang Primata ini keren sih konsepnya, tapi ya balik lagi agak kurang terawat. Tapi beneran konsepnya keren dan lebih terawat dibanding kandang hewan lain. 



lihat ini jauh lebih menyenangkan. Ini Desti dan Yoli. Ahahaha :D



Ini adalah pemandangan pertama yang terlihat saat masuk ke pusat Primata. 







Sebenarnya ada beberapa primata di dalam sini. Tapi berhubung teralihkan sama si Gorila ini akhirnya sisanya nggak sempat foto. Ah ini lucu banget loh dia diem aja ditonton banyak mata. 


Secara keseluruhan, pergi ke Ragunan itu menyenangkan.
Karena lokasinya masih di dalam kota, jadi nggak perlu usaha terlalu besar untuk menjangkau. 
Tapi ada baiknya kalau ke sini, disiapkan stamina yang kuat karena dari kandang ke kandang lainnya cukup jauh dan udaranya panas, (lagi-lagi) nggak seperti Taman Safari. 
Untuk biaya, kayaknya bawa uang 100 ribu rupiah sudah cukup seharian deh. 
Ragunan memang kayaknya diperuntukan untuk keluarga karena kurang seru kalau jalan-jalan nggak ada anak kecil. 

Tapi ini menyenangkan. :D