Thursday, January 19, 2012

Jurnalis.






Ini anggota DPR tapi lupa namanya :p
What do you think about journalist? Buat gue, jadi seorang jurnalis nggak harus selalu menyampaikan hal-hal menyedihkan, menyeramkan, dan lain-lain. Banyak informasi selain kasus politik, ekonomi, hukum, atau criminal yang bisa sampaikan ke orang lain.
Menurut gue, ada banyak jenis wartawan. Gue tau salah satunya adalah wartawan bodrek atau wartawan amplop. Apa itu wartawan amplop atau wartawan bodrek? Mereka adalah wartawan yang nggak menjalankan tugasnya sebagaimana tertulis di Kode Etik Jurnalistik. Memangnya ada wartawan kayak gitu? Banyak. Gue sering menemukan oknum wartawan, inget ya, oknum, bukan institusi medianya, yang menghalalkan banyak cara untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Contohnya, mereka minta uang dengan bilang “Bos, anak mau sekolah nih. Tolong dibantu.” Atau “Bos, karaoke yuk!” belief it guys, I knew they do this. In front of me actually.
Bayangkan. Mereka memang hanya minta uang untuk sekolah anaknya. Tapi apakah ini diperbolehkan? Buat gue, hal kayak gini salah. Kenapa? Karena kita minta ke orang lain. Kalau kasusnya kita diberi, tanpa ahrus meminta, namanya memang rejeki.
Sebenarnya masalah amplop ini masih jadi perdebatan di kalangan wartawan. Sebanrnya boleh atau nggak menerima amplop? Buat gue pribadi, inget, for me, it is legal to take. Kenapa? Akrena sekali lagi, kita dikasih bukan meminta. Selama itu semua nggak mempengaruhi tulisan kita, kenapa nggak? Hehehe tapi masalahnya ini masih jadi opini gue semata.
Terus ada lagi jenis wartawan musik. Sesuai namanya lah. Wartawan ini meliput segala sesuatu yang berkaitan dengan dunia music. Mereka pasti tau info-info keren dari musisi-musisi. Kalau ada yang tau Soleh Solihun, dia adalah wartawan music yang paling gue suka. Buka karena satu almamater, tapi memang dia punya taste dan gaya sendiri.
Wartawan salon. Bukan meliput salon lah. Gue tau istilah ini dari dosen. Katanya wartawan yang cuma dateng ke press conference dan peragaan busana namanya wartawan salon. Hahaha, tapi gue adalah orang yang paling menentang istilah ini (ya walaupun nggak ngomong langsung minimal yah lewat tulisan ini). Gue rasa nggak semua orang fanatic sama politik, ekonomi, atau criminal. Mereka perlu tapi bukan harus selalu dibombardir dengan itu semua. Dan bagi gue, di sinilah poin penting si wartawan salon. Siapa lagi yang akan menyampaikan kepada orang-orang kalau jersey lagi tren? Siapa yang kasih tau orang-orang kalau ada sale di Grand Indonesia? Hehehehe. Mungkin ini semua pembelaan. Tapi apapun itu, gue rasa nggak semua orang suka dengan criminal. Gue pribadi, gue malas. Kenapa? Gue sebenernya takut, takut dengar berita yang isinya pembunuhan, pemerkosaan. Gue takut.
Usaha Jadi wartawan dan fotografer itu sangat berat. eh tapi jangan heran kalau hasil foto mirip-mirip. liat aja spot pengambilan mereka yang numpuk-numpuk. -_-
Yah, apapun itu jenis wartawannya yang pasti kita harus bisa berguna. Berguna bukan berarti selalu menyampaikan berita politik, criminal dan ekonomi kan. Ada juga yang mau tau kenapa Justin Bieber sama Selena Gomez jadian. Hehehehe
Jadi wartawan itu keren. Emang apa sih alesan gue mau jadi wartawan? Gaya men! Bisa liputan segala rupa. Tapi pas udah dijalanin, hahaha gimana kalo jadi ibu-ibu “Hai Jeng” aja? Hihihihi.

No comments: