Friday, December 17, 2010

Tidak akan ada kata bangkit sebelum muncul kata jatuh.

apa artinya BERWARNA?

apa itu warna?
sesuatu yang cerah

hijau itu warna yang menyejukkan ya?
iya. tapi mereka membuatnya seperti darah.

kuning itu kalau dilihat ceria ya?
iya. tapi mereka membuatnya suram dan seperti arang hitam di tempat pembakaran sampah.

ungu elegan kan?
iya. tapi mereka membuatnya sama dengan warna kulit terbakar

lalu bagaimana dengan merah?
berani. tapi entah mengapa mereka semakin membuat warnanya seperti jilatan api neraka.

kalau putih, putih itu suci kan?
iya. tapi mereka menodainya sama seperti mereka menodai wajah mereka dengan perilaku sendiri.

lalu apa artinya BERWARNA kalau mereka tetap menjadikannya suram dan gelap?
TANYA KEPADA MEREKA YANG BERTINDAK SEPERTI TUHAN. MEREKA PASTI TAHU AKAN SEGALANYA. BAHKAN APA YANG TIDAK DIKETAHUI OLEH MALAIKAT-MALAIKATNYA.

kenapa ada sedih (?)

kenapa ada sedih si saat ada senang?


satu pertanyaan banyak jawaban.


kata mereka:

justru itu yang buat hidup berwarna - Lulu


senang tak lagi bisa disebut senang saat tak ada sedih, seperti juara tanpa mahkota - Lucky


kenapa ada malaikat dan setan?: keseimbangan - Hernila


kausalitas - Agung


kata sebagian orang yang tak etis jika sebut nama:


buat apa sedih?


hidup tidak akan berhenti sampai di sini.


jika ditanya bolehkah saya sedih?


satu pertanyaan juga banyak jawaban.

menarik.


menurut saya pribadi, sebagai seorang yang dengan mudah mengeluarkan air mata,

sedih adalah senang yang tertunda, titik rendah, maka jangan direndahkan lagi.

sedih bukan berarti tidak akan senang suatu saat nanti.


jika sedih hari ini, bukan berarti akan mati.

jika senang hari ini, bukan berarti akan melenggang.

Thursday, December 16, 2010

dewasa itu datang dengan sendirinya, bukan dipaksakan.

"aku memang lemah dan susah untuk berubah..."

saat kau lahir pertama kali di dunia, dan kamu menangis, tidak ada satupun yang memarahimu. mereka justru memelukmu dengan penuh rasa sayang.

saat kau belum bisa bicara, kau lapar, dan menangis, tidak ada satupun yang memarahimu. mereka justru menggendongmu dan memberikan makanan terbaik.

saat kau belajar berjalan dan terjatuh, tidak ada satupun yang memarahimu. mereka justru menyemangatimu untuk bangun dan kembali berjalan.

saat kau mulai bisa berlari dan terjatuh, kemudian menangis, tidak ada satupun yang memarahimu. mereka justru memelukmu dan memberimu kenyamanan sehingga hilang rasa sakitnya.

itu semua terjadi berkali-kali bukan?
kau menangis dan mereka tidak marah.
kau jatuh mereka menyemangati.

lalu haruskah jika ada orang lain terjatuh dan menangis dihadapanmu malah kau jatuhkan lagi?
bukankah tidak semua orang dilahirkan untuk kuat?
bukankah tidak semua orang bisa cepat untuk berubah?
bukankah setiap orang memiliki tingkat kepekaan yang berbeda?
bukankah setiap orang memiliki titik kelemahan?

hey, aku memang lemah dan susah untuk berubah. tapi selalu ada api membara di dalam hati untuk membuatmu melihat bahwa suatu saat aku akan kuat. bahwa suatu saat nanti aku akan berdiri tegak. bahwa uatu saat nanti aku akan berjalan dan semakin cepat hingga akhirnya aku berlari. dan ingat, tanpa terjatuh lagi. :)
Sesuatu yang kokoh pun suatu saat akan menjadi rapuh.
kuat itu bukan untuk dikatakan, tetapi dilakukan.