Friday, December 17, 2010

kenapa ada sedih (?)

kenapa ada sedih si saat ada senang?


satu pertanyaan banyak jawaban.


kata mereka:

justru itu yang buat hidup berwarna - Lulu


senang tak lagi bisa disebut senang saat tak ada sedih, seperti juara tanpa mahkota - Lucky


kenapa ada malaikat dan setan?: keseimbangan - Hernila


kausalitas - Agung


kata sebagian orang yang tak etis jika sebut nama:


buat apa sedih?


hidup tidak akan berhenti sampai di sini.


jika ditanya bolehkah saya sedih?


satu pertanyaan juga banyak jawaban.

menarik.


menurut saya pribadi, sebagai seorang yang dengan mudah mengeluarkan air mata,

sedih adalah senang yang tertunda, titik rendah, maka jangan direndahkan lagi.

sedih bukan berarti tidak akan senang suatu saat nanti.


jika sedih hari ini, bukan berarti akan mati.

jika senang hari ini, bukan berarti akan melenggang.

Thursday, December 16, 2010

dewasa itu datang dengan sendirinya, bukan dipaksakan.

"aku memang lemah dan susah untuk berubah..."

saat kau lahir pertama kali di dunia, dan kamu menangis, tidak ada satupun yang memarahimu. mereka justru memelukmu dengan penuh rasa sayang.

saat kau belum bisa bicara, kau lapar, dan menangis, tidak ada satupun yang memarahimu. mereka justru menggendongmu dan memberikan makanan terbaik.

saat kau belajar berjalan dan terjatuh, tidak ada satupun yang memarahimu. mereka justru menyemangatimu untuk bangun dan kembali berjalan.

saat kau mulai bisa berlari dan terjatuh, kemudian menangis, tidak ada satupun yang memarahimu. mereka justru memelukmu dan memberimu kenyamanan sehingga hilang rasa sakitnya.

itu semua terjadi berkali-kali bukan?
kau menangis dan mereka tidak marah.
kau jatuh mereka menyemangati.

lalu haruskah jika ada orang lain terjatuh dan menangis dihadapanmu malah kau jatuhkan lagi?
bukankah tidak semua orang dilahirkan untuk kuat?
bukankah tidak semua orang bisa cepat untuk berubah?
bukankah setiap orang memiliki tingkat kepekaan yang berbeda?
bukankah setiap orang memiliki titik kelemahan?

hey, aku memang lemah dan susah untuk berubah. tapi selalu ada api membara di dalam hati untuk membuatmu melihat bahwa suatu saat aku akan kuat. bahwa suatu saat nanti aku akan berdiri tegak. bahwa uatu saat nanti aku akan berjalan dan semakin cepat hingga akhirnya aku berlari. dan ingat, tanpa terjatuh lagi. :)
Sesuatu yang kokoh pun suatu saat akan menjadi rapuh.
kuat itu bukan untuk dikatakan, tetapi dilakukan.

Thursday, March 18, 2010

still with same people in different time

i tried to do the best with Nimas Novi Dwi Arini as my model. but i think i want more. so, with Nimas and Arza Nur Satya as Lighting, i came to Spektrum's studio - my lovely place to get some picture.
prepare the lighting: Jinbei. i used one lamp. without softbox and actually without any trigger. Arza said that i have to try manual mode (take some pictures in studio, with lighting but without trigger) i agreed.
still with Nimas. why Nimas? i just wanna say because i believe beauty is can see from everybody's heart and eyes. so i choose Nimas. still with her.
this is some pictures i love...
Thanks for Nimas Novi Dwi Arini as Model
Arza Nur Satya as Lighting and my teacher
Adinda Arifiah for all of your support...
and for My SPEKTRUM UNPAD. :D

this is the way i see from my camera:

i called "shadow"




















I called:don't see me in full sesion (right)























Nimas in "sensuality"

Monday, March 8, 2010

Trying

process to do something.
i just wanna learn bout photography.
all my pictures are not good as you, but this is real me, my idea, my hand, my instinct, but this is not my camera. i borrow it from Arza Nur Satya, Nimas's boy.
i took all of these pictures at Creathink office, but acctually i forgot the time.
i am not alone.. there are people behind me..they are:
-nimas novi dwi arini as model
-arza nur satya as lighting and "teacher"
-kak sena ad the owner of Creathink.
without them, I AM NOTHING

this is the way how i see behind the lens.




this is Nimas Novi Dwi Arini.
i took this photo accidentally. this is the way i called "emotion"
lighting: Arza Nur Satya






Nimas and Arza..
"worked together"

















nimas in her "eagle eye"

lighting: Arza Nur Satya























still nimas.
i called "hang! it over!"
i love this pict! ;p
lighting + retouch : Arza Nur Satya

this is not the end. there are a lot of pictures but need to retouch. ;p

i will publish another pictures, but not now.
wait and see..

_destipratiwi_